Analisa Usaha Kios Pertanian

Indonesia negara yang gemah ripah lojinawi, katanya tongkat pun bisa jadi tanaman. Sebagai negara Agraris kita juga harus ikut membantu pertanian. Dengan banyaknya petani maka akan meningkatkan pangan di Indonesia. Meningkatnya pertanian juga merupakan peluang untuk membuka usaha toko pertanian. Dengan begitu kita juga membantu perekonomian Indonesia. Usaha ini cocok untuk yang tinggal di daerah perdesaan yang masih ada pertanian atau perkebunanan. Apa saja yang perlu diperhatikan ketika memulai usaha pertanian?

Pertama kita harus tahu terlebih dahulu kita ingin menjual apa saja di toko pertanian kita. Ini juga menyangkut seberapa besar modal yang kita punya. Ada beberapa macam toko pertanian, penjual pupuk atau distributor pupuk. Penjual bibit tanaman dan vitamin. Penjual alat-alat pertanian, buku pertanian. Penjual obat hama tanaman atau pestisida. Atau kita menjual semuanya mulai dari pupuk sampai alat-alat pertanian. Jadi sebelum memulai pikirkan terlebih dahulu apa yang anda inginkan.

Survey lokasi di daerah anda, pertanian atau perkebunan apa yang ada di daerah tersebut. Sehingga anda bisa lebih terfokus berjualan produk yang menunjang pertanian atau perkebunan tersebut. Kalau mempunyai modal lebih atau ingin meningkatkan usaha bisa dilakukan secara bertahap, misal ditambahkan alat-alat pertanian atau bisa juga ditambahkan untuk peternakan. Vitamin untuk hewan ternak dll

2

1. Suplier

Memilih suplier adalah bagian yang penting. Cari suplier dengan persyaratan yang memudahkan toko anda. Misalnya syarat pembayaran yang jangka pembayarannya panjang. Bila ada obat yang tidak laku bisa ditukar dengan yang paling laku atau sering digunakan petani. Perhatikan juga di daerah anda bisanya petani menggunakan pupuk atau obat-obatan jenis apa saja sehingga anda bisa kulakan yang biasa digunakan petani sekitar. Cari juga Suplier yang peduli dengan petani yang bisa memberikan pelatihan tentang tanaman kepada toko anda atau petani. Kerjasama dengan suplier atau distributor sangat penting untuk berjalannya toko anda.

2. Lokasi dan toko
Lokasi toko pertanian juga perlu diperhatikan. Harus ada akses untuk menuju toko anda sehingga pembeli atau suplier mudah menjangkaunya bila hendak mengirim atau membeli produk dari tempat anda. Penataan atau pengaturan toko juga perlu diperhatikan jangan sampai pupuk jadi rusak karena bungkusnya sobek atau kehujanan, atau bibit-bibit tanaman jadi rusak atau mati. Selalu mengecek masa kadulawarsa obat atau keadaan botol-botol obat. Mempunyai sistem pengaturan stock barang yang rapi sehingga Anda tahu bila ada produk yang akan habis dan harus diisi.

3. Service
Service atau layanan yang baik akan meningkatkan pembelian. Apabila anda bisa memberikan layanan
tambah kepada pembeli akan sangat menunjang usaha anda. Misal anda bisa memberikan saran atau kegunaan sebuah vitamin, bagaimana mengembang tanaman agar bisa tumbuh subur, bagaimana mengatasi

hama, pestisida apa yang ramah lingkungan atau ada cara tradisional untuk mengusir hama. Bagaimana menanam sayur atau buah feritas baru yang sedang menjadi tren di kota. Usahakan anda juga belajar atau menambah ilmu tentang pertanian atau perkubunan. Menjadi fasilitator atau bisa mengadakan pelatihan tentang pertanian dengan mengajak Suplier obat atau pupuk. Ikut pertemuan atau kegiatan yang diadakan para petani sehingga tahu perkembangan pertanian dan kebutuhan petani di daerah tersebut. Membantu petani untuk memanfaatkan lahan kosong di halaman untuk menanam tanaman yang bisa menghasilkan. Akan lebih bagus lagi bila Anda bisa membantu petani untuk menyalurkan hasil pertaniannya. Memberikan info-info tentang pengelolahan hasil tanaman atau perkembangan dunia pertanian.
Membuka usaha pertanian diperlukan kepedulian dan kecintaan akan dunia tanam menanam. Sangat bagus bila pengusaha toko pertanian mempunyai kepedulian akan petani dan dunia pertanian. Dengan begitu sebagai pengusaha kita juga akan membantu negara kita kembali sebagai negara agraris. Kalau pertanian kita bagus kita tidak perlu lagi import kedalai, beras dan buah-buahan kita kembali bisa bersaing dengan buah dari Thailand atau China. Dan kita bisa mensuplay kebutuhan pangan dan buah negara sendiri.

Analisa bisnis usaha toko pertanian

Modal awal usaha toko pertanian
Etalase Rp.7.000.000
Renovasi ruangan Rp.5.000.000
Rak Rp.4.000.000
Lemari penyimpanan Rp.6.000.000
Meja kursi Rp.1.500.000
Peralatan tulis Rp.100.000
Timbangan Rp.500.000
Peralatan lain Rp.500.000
Stok awal produk pertanian Rp.40.000.000
Total modal awal Rp.64.600.000

Biaya tetap
Penyusutan Etalase Rp.7.000.000 1/60 Rp.116.600
Penyusutan Renovasi ruangan Rp.5.000.000 1/60 Rp.83.300
Penyusutan Rak Rp.4.000.000 1/60 Rp.66.600
Penyusutan Lemari penyimpanan Rp.6.000.000 1/60 Rp.100.000
Penyusutan Meja kursi Rp.1.500.000 1/48 Rp.31.200
Penyusutan Peralatan tulis Rp.100.000 1/12 Rp.8.300
Penyusutan Timbangan Rp.500.000 1/36 Rp.13.800
Penyusutan Peralatan lain Rp.500.000 1/24 Rp.20.800
Total biaya tetap Rp.440.600

Biaya tidak tetap
Pembelian stok perbulan Rp.40.000.000
Transportasi Rp.500.000
Listrik dan air Rp.200.000
Biaya lain lain Rp.100.000
Total biaya tidak tetap Rp.40.800.000

Penerimaan
Penjualan Rp.40.000.000
Keuntungan 15% dari pembelian Rp. 6.000.000
Biaya
Biaya tetap Rp.440.600
Biaya tidak tetap Rp.40.800.000
Total biaya Rp. 41.240.600
Laba bersih Rp. 4.759.400

Itulah beberapa analisis usaha kios pertanian yang bisa anda jadikan sebagai contoh, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. jangan lupa share untuk teman atau saudara anda yang membutuhkan. Terima kasih telah berkunjung di halaman kami.

loading...
Analisa Usaha Kios Pertanian | penulis | 4.5